Takdir Memisahkan Kita
Senacerita qais dan lailabima satriabima temanku yang imutbumi dan lukanya
Laila menjawab dengan tenang, “Karena inilah akhir dari cinta kita. Sesuatu yang sudah berubah dan membusuk, seharusnya memang dibuang ke tempat sampah.”
Selesai berkata begitu, Laila berbalik dan berjalan menuju lift untuk kembali ke unit apartemennya. Setibanya di lantai atas, ia berdiri di depan jendela dan melihat Bima masih berdiri terpaku di samping tempat sampah, entah apa yang sedang dipikirkannya. Laila tidak berkata apa-apa lagi. Ia menutup tirai dan kembali ke kamar untuk tidur.