Menantu Sultan
Kasur busa tipis, dipan yang keras dan berdecit, seprai yang permukaannya berbulu dan panas saat bergesekan dengan kulit, jauh berbeda dengan ranjang di rumah Raka, namun hatiku damai di sini.
Setelah puas rebahan, aku langsung membersihkan kamar dan mengambil seprai baru dalam lemari. Warnanya sudah kucel, maklum itu seprai yang dibeli saat ibuku masih ada, belasan tahun silam. Masih untung seprainya masih bisa dipakai, cuma beda warna sedikit.
Hot Chapters