Dekapan Hangat Sang Mantan
Tidak ada Bu Ratna yang melemparkan kata-kata tajam setiap kali dia lewat.
Ghea meletakkan tas kecilnya di atas kasur dan duduk di tepinya. Kasurnya tipis, pegasnya terasa di setiap gerakan, tapi Ghea tidak peduli. Dia menatap sekeliling ruangan yang sempit, dinding yang retak, jendela kecil dengan tirai kusam, lampu neon yang berkedip-kedip, dan merasakan sesuatu yang aneh di dadanya.