Daster Buat Istriku
“Semangat menjalani hidup ini. Kamu itu punya hidup yang sempurna. Istri yang cantik, udah dikaruniai anak juga. Pintar-pintar menggunakan uang, mulai nabung untuk masa depan anak! Biar dia bisa sekolah, jadi sarjana. Enggak kayak kita. Tapi, jangan pula terlalu pelit. Istri juga harus dibahagiakan. Biar dia setia dan sabar mendampingi suami. Bagus, tadi kamu belikan dia daster. Pasti dia senang.”
Seketika hatiku tenang. Bang Ramli memang selalu paham pikiranku.
“Kita udah sampai, segera kasih kejutan buat istrimu, kuatkan stamina, pasti dia akan ngajak kau main beberapa ronde sebagai ungkapan terima kasih, hehehehe ….” godanya lagi.
“Ah, Abang!” sahutku malu.