Desah Di Kamar Sebelah
Mas … kamu nggak bercanda, kan?
“Makasih,” gumamku.
“Sama-sama, T**i.”
Aku tertawa kecil. Cepat kututupi bibirku agar dia tak mendengarkan suara tawa tersebut. Rasanya aku seperti kembali remaja. Jatuh cinta untuk kali pertama. Geli atau tidak, tetapi ini faktanya.
“Udah dua bulan lho, Ti,” katanya tiba-tiba.
“Dua bulan apanya, Mas?” sahutku sambil menoleh.