Bakti Seorang Menantu
ucap bang Rahmat dengan sedikit nada tak suka.
"Bukan begitu, tapi aku belum izin ke Mala," kilahku mencoba mengambil alasan. Mau tak mau aku harus mengantar bang Rahmat, semoga saja Mala nanti bisa mengerti dan nggak ngambek aku pergi dengan Helen. Baru saja aku nungging mau ngangkat tubuh bang Rahmat, tiba-tiba aku kentut. Yaelah ni pantat, tanpa aba-aba mengeluarkan suara. Sontak Helen dan abangku tertawa terbahak-bahak. Ya…Allah, malu sekali.
"Kebiasaan deh, kamu ya, Man," ucap Helen disela tawanya. Dia sangat hafal kalau aku memang suka kentut sembarangan dari dulu.
Hot Chapters