Ketika Istriku Tak Lagi Kerja
Dadaku sangat terasa sakit ketika empat kata itu meluncur dari bibirnya, "Jangan becanda kamu, Ma? Enggak mungkin juga kan kamu ngundurin diri."
Kian menit, dada ini terasa kian sesak. Semoga saja dua hanya becanda. Ya, pasti dia hanya pura-pura.
"Siapa yang becanda, sih. Aku serius!" ucapnya pelan tapi penuh penekanan, apalagi senyuman mautnya yang membuatku yakin kalau dia tidak bekerja.
Bagaikan petir yang menyambar di siang hari, aku terpaku melihat Rania yang sibuk menata barang-barangnya.