Rest Area
“Aku, ‘kan, bukan manusia pendendam.”
“Masa, sih? Kenapa sekarang kamu dendam sama yang namanya siapa tadi? Onet, apa?” Disa mulai memojokkanku.
“Anetta,” jawabku ketus. “Itu beda cerita. Kalau sama sahabat nggak boleh menyimpan dendam.”
“Iya, udah bagus! Kita sudahi bahas ini, saatnya mikirin laporan PKL.” Niara menengahi kami sebelum acara jambak-jambakan dimulai.
Hot Chapters