Antara Dendam, Hijrah, dan Cinta
"Iya Mas ngaku salah, Sayang. Maaf, ya? Mas gak akan bentak Adek lagi. Maaf ... Maaf maaf."
"Udah, ya, ngambeknya? Istri Mas yang shalihah?"
Aku menoleh, sebelah alisnya terangkat menanti reaksiku. Aku melengos lagi.
"Dengar, Dek, apapun yang terjadi ke depan, Mas gak akan poligami. Memang Sunnah, tetapi kalau kita sudah mampu dan yakin bisa menjalankannya dengan bijak. Poligami itu bukan hanya tentang ibadah, tapi juga hati. Dan Mas gak mau menyakiti hati kamu. Mas juga gak punya pikiran untuk nikah lagi karena cuma kamu yang Mas mau. Tidak akan ada orang ketiga di dalam rumah tangga kita selamanya. Walaupun misalkan kamu sudah tidak mau melayani Mas lagi seperti sekarang sekalipun."
Bab Populer