LETUP
Tangannya terangkat ke arah Zaki, mengajukan permintaan maaf.
“Bercanda, elah,” kilahnya. “Tapi lo berdua pernah mikir nggak, sih? Lo, Sar,” Fahril menunjuk Kaisar. “Daripada kembaran lo sama orang nggak jelas, kan mendingan sama Zaki? Udah jelas lo tahu orangnya kayak apa. Kalo macem-macem juga tinggal lo aduin ke bapaknya. Kalo adek gue seumuran kita, sih, mau juga gue comblangin sama Zaki. Mantan santri, rajin mengaji, berbudi pekerti–HAHAHA.” Monolog Fahril terpaksa terhenti akibat tangan Zaki yang tiba-tiba mendorong sisi kepalanya.
Hot Chapters