Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
LETUP

LETUP

Tangannya terangkat ke arah Zaki, mengajukan permintaan maaf. “Bercanda, elah,” kilahnya. “Tapi lo berdua pernah mikir nggak, sih? Lo, Sar,” Fahril menunjuk Kaisar. “Daripada kembaran lo sama orang nggak jelas, kan mendingan sama Zaki? Udah jelas lo tahu orangnya kayak apa. Kalo macem-macem juga tinggal lo aduin ke bapaknya. Kalo adek gue seumuran kita, sih, mau juga gue comblangin sama Zaki. Mantan santri, rajin mengaji, berbudi pekerti–HAHAHA.” Monolog Fahril terpaksa terhenti akibat tangan Zaki yang tiba-tiba mendorong sisi kepalanya.
2.7K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as kata kata fahrudin faiz
Read
+Library
Jika Waktu Berakhir

Jika Waktu Berakhir

Faiz mengakhiri kata-katanya. Kayla tampak takjub. Dia membisu untuk beberapa saat. Faiz yang selama ini dikenal paling malas, selalu molor di kelas, prestasinya tak jelas, bisa membuat kata-kata seperti itu. Sudah pasti Iskha bakalan meleleh mendengarkan kata-kata itu. Pasti, tidak salah lagi! “Hebat. Kau bisa kok. Coba kau ucapkan itu kepada Iskha. Dia pasti akan menerimamu,” ujar Kayla.
105.5K viewsOngoingAdded to Library 143 Times as kata kata fahrudin faiz
Read
+Library
IPAR GAK ADA AKHLAQ

IPAR GAK ADA AKHLAQ

"Cukup, Mas. Jangan bahas itu lagi" "Cukup? Hahaha. Enteng banget ya, Lun kamu bilang cukup. Kamu inget gak? Aku rela panas-panasan ajak rekan menuju Pulau Madura demi mendapatkan petis khas seperti yang kau pinta, tapi apa balasanmu? Bersenang-senang di belakangku tanpa mikirin bagaimana perasaanku, hebat kamu, Lun! Bahkan hingga sampai detik ini, aku sendiri pun tak menyangka, kamu berbuat serendah itu" Fathir berdecak kesal, kepalanya terus menggeleng. "Aku khilaf, Mas. Aku sudah minta maaf"
1014.0K viewsCompletedAdded to Library 546 Times as kata kata fahrudin faiz
Read
+Library
Merayu Kaisar Tua

Merayu Kaisar Tua

Bahkan kaisar juga menaiki kudanya dan pergi untuk memburu hewan peliharaan. Zhang Hao dan Kasim Cao mengikuti Zhao Tian dengan tenang. Zhao Tian turun dari kudanya dan bahkan tidak berniat untuk bergerak. Ia menatap Zhang Hao dan Kasim Cao secara bergantian, sedangkan yang di tatap kini sedang berkeringat dingin.
9.613.9K viewsOngoingAdded to Library 499 Times as kata kata fahrudin faiz
Read
+Library
Terjebak Dendam dan Gairah

Terjebak Dendam dan Gairah

Fattah duduk, menata kertas di depannya, lalu menatap ke arah kamera dengan wajah tenang namun tegas. “Saya, Fattah Zain, ayah kandung Aluria Zain, ingin menyampaikan kebenaran di balik pernikahan anak saya dengan Tuan Kana.” Wartawan mulai berbisik-bisik, beberapa kamera maju lebih dekat. Fattah melanjutkan dengan suara berat, penuh penekanan.
1033.8K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as kata kata fahrudin faiz
Read
+Library
Sang Penguasa

Sang Penguasa

Selain itu, terdapat beberapa pria kekar di belakangnya membuktikan bahwa kedua pria ini adalah pimpinan mereka. Pria tampan di sebelah kiri tersenyum tipis, bersikap sopan santun standar pria, dan berkata, "Nona Aprilia, jangan takut, ini adalah pertemuan pertama kita, jadi saya ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu." "Nama saya Faruq Syailendra, berasal dari keluarga Syailendra." Faruq juga menatap pria tinggi besar yang merangkul wanita muda yang montok itu, dan berkata, "Namanya Fachri Husnan dan dia berasal dari keluarga Husnan."
8.8146.1K viewsCompletedAdded to Library 5.1K Times as kata kata fahrudin faiz
Read
+Library
Rindu Untuk Farhana

Rindu Untuk Farhana

] "Baik, Bu. Saya akan segera ke sana." [Terima kasih, Pak. Selamat siang.] Kuhela napas dengan kasar. Kupijat kening yang terasa pening setelah mendengar laporan dan panggilan dari sekolah untuk yang kesekian kalinya. Farel Hardiansyah. Putra sulungku bersama Farhana, wanita yang sudah membersamai selama tujuh belas tahun. Wanita yang sudah memberiku dua orang anak, Farel si sulung yang kini duduk di bangku kelas 3 SMP dan Azkia si bungsu yang saat ini berusia tujuh tahun.
1074.2K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as kata kata fahrudin faiz
Read
+Library
Dipoligami Karna Tak Kunjung Hamil

Dipoligami Karna Tak Kunjung Hamil

Kyai Haji Hasan sepertinya ingin mensegerakan proses ta'aruf antara Sarah dan Fahmi. "Nanti akan saya atur kembali jadwalnya ya, Kyai. Karena, Fahmi sangat sibuk sekali dengan pekerjaannya." Jelas Bu Fatimah. "Memangnya, nak Fahmi pekerjaannya apa, Bu Fatimah?" Tanya Kyai Haji Hasan dengan penasaran. "Dia seorang Pilot disalah satu maskapai ternama di Indonesia ini, Kyai. Jadi, butuh waktu lumayan lama untuk menyesuaikan jadwal Fahmi."
101.7K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as kata kata fahrudin faiz
Read
+Library
Radit dan Azizah

Radit dan Azizah

goda Azizah pada Radit. Radit pun pergi memarkirkan sepeda motornya, setelah selesai memarkirkan motornya Radit pun segera berlari menuju Azizah. Terlihatlah Azizah berdiri sendirian dengan bersedekap tangan didepan dada, senyum Radit pun terlihat. "Uuuhhh manis banget sih kalo lagi gini.." goda Radit. Dan ya godaan itu mampu membuat pipi Azizah memerah bak kepiting rebus karna menahan malu.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as kata kata fahrudin faiz
Read
+Library
Rahim Kedua

Rahim Kedua

“Hahaha! Aku hanya bercanda. Jadi katakan, kenapa kamu iri padaku? Aku hampir tak memiliki masa depan cerah. Bolos kerja di saat aku sedang dalam penilaian atasan.” “Dan kamu masih bisa tertawa dan berlarian di sini? Itu yang membuatku iri tapi juga tak mengerti. Apa kamu bukan manusia?” “Hahaha! Kalau aku bukan manusia, lalu aku ini apa? Apa kamu pikir aku ini malaikat tanpa sayap?” tanya Sean kepedean. “Alien.” “Apa?” “Aku pikir kamu itu Alien.” “Ah, seharusnya aku tidak bertanya tadi.”
104.9K viewsCompletedAdded to Library 131 Times as kata kata fahrudin faiz
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status