Menggoda Sang Paman
Centong ajaibtiba tiba lemas dan keringat dinginketuk pintu jam 12 malammandi jam 11 malamkabur matanya karena hendak pingsan
kata Nabila yang masih mengunyah saladnya langsung
Govan terdiam sejenak, lalu tiba-tiba tertawa terbahak-bahak.
“Hahaha! Terpesona, katanya!” Govan memegang perutnya sakit.
“Ih, Paman nggak percaya, ya?” Wajah Nabila langsung memerah, merasa malu karena ucapannya sendiri. Ia mengembangkan pipinya, menatap Govan dengan kesal.
“Bukan nggak percaya, Aku cuma penasaran aja. Secantik apa sih keponakanku kalau sudah kurusan nanti?” katanya sambil menahan tawa mengusap kepala Nabila dengan gemas.