KINASIH
Wanita itu seakan dengan sengaja membuka kembali, lembaran usang yang telah koyak dan mencabiknya ulang.
"Aku bahagia, As. Karena perempuan gila itu mati, menyusul Dedi si penghianat!" seru Mariana dengan tawa melengking dan sorak sorai yang menggema dalam ruangan.
Asih menghela napas, diam-diam mengepalkan kedua tangannya dan memejamkan mata. Mencoba meredam bising di kepala juga hatinya.
Sementara itu, nun jauh di perkampungan yang asri, Jubaedah duduk berdua dengan Yatmi di teras rumah. Mereka menunggu Jatmiko yang rencananya akan pulang hari ini.
الفصول الرائجة