Karma(penyesalan)
Tak peduli seberantakan apa tempat kerjanya sekarang,
ia seperti seorang yang kesurupan.
Saat nafas Herman memburu karena menahan emosi. Ponselnya kembali berdering. Ia sangat malas menerimanya. Apalagi saat ia lihat, nomor tadi yang menghubunginya.
"APALAGI HAH? KAU BENAR-BENAR SEDANG BERMAIN-MAIN DENGANKU!!? Herman membentak orang yang ada ditelepon itu.
"Hahahaha...,pilihan yang mudah bagimu Herman, kau sudah memiliki istri dua kan? berikan saja istri pertamamu untukku, maka hidupmu akan selamat!!"
인기 회차