Hidup di Dua Hati
Kuku yang dipakaikan inai hanya sembilan jari saja, karena bagi masyarakat Minang, sepuluh jari dianggap sempurna, sedangkan kesempurnaan hanya bisa dimiliki oleh Yang Mahakuasa.
Tentu saja selama ritual itu diiringi oleh suara saluang dan gamat. Gamat adalah salah satu kesenian khas minang yang masih terus dilestarikan. Liriknya berisi pantun-pantun minangkabau yang bersifat metafora. Salah satu cirinya adalah, gesekan biola, tabuhan gendang, yang mengiringi vokal sang pendendang. Nyanyiannya pun berbeda dengan yang biasa. Gabungan instrumental dan vokal yang tidak terikat pada tempo, membuat gamat memiliki ciri khas yang tidak ada pada kesenian lain.
Chapitres populaires