Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suami Wasiat Kakek

Suami Wasiat Kakek

teriak Katarina keras. Rintik hujan perlahan turun membasahi bumi, air mata Katarina yang mengalir bercampur dengan air yang turun dari langit. Ia tidak mempedulikan siapa yang akan mendatanginya, ia memeluk erat gundukan tanah itu. Membiarkan air hujan membasahi tubuhnya tanpa ampun. “Kakek aku mau di sini aja, menemani kakek sampai capek. Aku sudah lelah ada di rumah itu,” keluhnya lirih.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai kata kata hujan masih air
Baca
+Pustaka
Dimanja Mantan Posesif

Dimanja Mantan Posesif

Air hujan turun bersua ke bumi. Kaki Kiran berhenti melangkah. Matanya kini menatap bulir-bulir air yang meluncur dengan deras, seperti tak ada habisnya. “Hujan.” Bibirnya bergumam lirih. Kakinya kembali melangkah, menuju garis batas antara basah dan kering. Berdiri tegap dengan pandangan masih tertuju ke air hujan yang sedang merindukan bumi, tangan Kiran kini menengadah, membiarkan tetesan air membasahi kulitnya.
1045.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai kata kata hujan masih air
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Margaretha Indrayani
jangan cuma didenger el nasihat ayahmu tai ya dijalankan kalau mau balikan sama kiran, kasihan dia karena ditekan ibu dan saudaranya. mungkin dia ninggalkan kamu juga demi lindungi kamu el, buar gak diporoti mereka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Pemulung Konglomerat 2

Pemulung Konglomerat 2

Kata Angel. “Eh, kok kamu basah kuyup begitu? Disini hujan ya?” Tanya bu Aura. “Hah? Eh, iya bu, tadi disini hujan. Wihhhh, hujannya lebat banget loh bu, tapi hujan lokal sih.” “Hah!? Serius kamu Ngel?”
9.3124.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai kata kata hujan masih air
Tampilkan Ulasan (75)
Baca
+Pustaka
A_W
Halo, Kakak-kakak semua, wah udah lama ga update yak? Maaf ya, saya udah coba buat ngelanjut next bab nya, tapi sepertinya rada-rada susah gitu, hehe. Mungkin, efek dari ga bisa ngudut kali yak, wkwk, puasa... Tapi tenang, berhubung makalah untuk kuliah udah kelar, lusa saya udah mulai aktif lagi.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Pembalasan Istri Kumal

Pembalasan Istri Kumal

Jangan sekarang langit, aku mohon jangan menambah kesialan ini dengan air kirimanmu! "Mas, kok mau hujan?" Kila terlihat panik. Dia berdiri dan mengamati langit di atas teras rumah. Sementara aku, Tentu saja lebih panik. Harusnya hujan tak datang di hari sepenting ini, di musim kemarau juga. Apakah banyak orang yang berdo'a agar air langit itu segera turun? Belum juga kutemukan ide mengatasi masalah ini, tetesan air sudah jatuh ke tanah. Tamat sudah, riwayatku sebagai orang terpandang jatuh dalam Sekejap.
8.9277.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.6K kali sebagai kata kata hujan masih air
Baca
+Pustaka
PENDEKAR TERAKHIR TANAH JAWA

PENDEKAR TERAKHIR TANAH JAWA

kata Kyai Rangga. “Apa? Benarkah?” Bhre Wiraguna dan semua yang mendengar keheranan. “Ya, perhatikan baik-baik! Air hujan yang menghujani sekitar pelabuhan itu tidak benar-benar berasal dari langit,” jelas Kyai Rangga sambil menunjuk ke angkasa. “Air hujan itu berasal dari air laut yang naik ke atas dan turun menjadi hujan yang sangat deras!” lanjut Kyai Rangga sambil menunjuk ke arah sebelah kanan agak jauh dari pelabuhan.
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 463 kali sebagai kata kata hujan masih air
Baca
+Pustaka
CINTA DIBALIK CADAR

CINTA DIBALIK CADAR

Bersamaan dengan harapan yang telah dia jaga selama ini. Dulu rasanya seperti air hujan. Tapi dia lupa, sederas-derasnya air hujan, pasti akan reda juga. Sederas-derasnya air mengalir pasti akan mengering juga jika kemarau datang. Sebab tak ada yang abadi di dunia ini. Sama halnya dengan perasaan. Perasaan Katrina terhadapnya.
9.723.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 497 kali sebagai kata kata hujan masih air
Baca
+Pustaka
Dendam Istri Pertama

Dendam Istri Pertama

Air mata kembali mengalir deras di wajah Jelita. Udara panas dan lembab itu perlahan berganti menjadi hembusan dingin. Awan hitam mengambil alih tahta dan mengguyur kota Surabaya dengan air hujan. Air yang mengalir deras sederas air mata penyesalan Jelita.
9.726.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 912 kali sebagai kata kata hujan masih air
Baca
+Pustaka
Apple of My Eye

Apple of My Eye

Duh, semoga aku gak dicium deh, plak! Tes … tretes! Air apaan neh? Ebuset, inimah air hujan! Demi apaan cuaca cerah di malam indah ini tetiba jadi hujan gerimis! Membuatku ingin segera berteduh, dan Mas Dru segera mengakhiri pandangan manisnya. Hiks, gak banget deh ini hujan ah. Starry night-ku alias malam berbintangku lenyap gitu aja. Gagal modus ceritanya ini sih! Hwaaaa Hujan, apa yang kamu lakukan itu … jahat!
1015.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 544 kali sebagai kata kata hujan masih air
Baca
+Pustaka
Istri yang Tak Kau Harapkan

Istri yang Tak Kau Harapkan

“Iya, Kakak udah nggak ada, Sayang. Ikhlas, ya…. Ikhlas. Kita cuma bisa ikhlas dan berdoa aja buat Kakak.” Kai tidak peduli kalau kemeja yang hari ini ia pakai sudah basah oleh air mata Kristal. Karena ia sendiri tidak bisa menahan satu tetes air mata dari pelupuk matanya. Sambil memejamkan matanya, ia berharap kalau kesedihan ini akan segera berlalu. Bagaimanapun, ia tidak bisa terus-terusan menatap Kristal yang terus bersedih. Setelah hujan akan ada Pelangi, kan?
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai kata kata hujan masih air
Baca
+Pustaka
The Lunar

The Lunar

tanya Selena memastikan. “Sangat benci,” jawab Rain membenarkan. “Bagaimana bisa? Kupikir sebaliknya, kau sangat menyukai hujan.” “Hanya karena namaku Rain, maka aku mencintai hujan?” tanya Rain mengekeh. Selena ikut mengekeh. Dia terkejut saat mendengar Rain benci rintik-rintik air yang turun dari langit. “Hujan membuat genangan air ada di mana-mana. Terlebih saat aku terciprat air yang kotor. Itu sangat‒” Rain tidak melanjutkan, lantas dia bergidik geli.
1051.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai kata kata hujan masih air
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status