Pendekar Kera Sakti
Dadanila yang bermandi peluh menggelendot di punggung Baraka dan berkata dalam desah membisik, "Jangan sesali. Toh aku amat menyukai!"
Di luar gua, hujan turun dengan deras. Masih sederas tadi. Udara dingin merembas masuk gua. Udara dingin itulah yang membuat Baraka diam saja dalam pelukan Dadanila, karena ia sendiri merasakan pelukan itu menghadirkan kehangatan dan keindahan tersendiri. Tapi tiba-tiba Baraka ingat dengan seraut wajah polos milik Katok Banjir. Ia mulai tegang, maksudnya, otaknya yang mulai tegang memikirkan Katok Banjir.
인기 회차