Kepergian Istri yang Tuan Dingin Sesali
Ia mencoba melempar tebakan pada putranya.
“Dool, Ma, dool!” sahut Radeva langsung.
Kini perut Ranaya semakin terguncang lebih keras. Sambil fokus menyetir, ia menoleh ke arah Radeva.
“Door, Sayang. Pakai huruf R, bukan L. Coba bilang rawrrr,” godanya.
Sontak Radeva mengerucutkan bibirnya dan bersedekap. “Kan Depa belum bisa bilang ‘el’, Mama!”