Tukar Pasangan (Jodoh)?
"Iya, soalnya saya pernah dengar dari Ocim, kamu itu cukup terkenal di kampung dan banyak ketua geng yang ngincer kamu. Saya takut kamu lupa kalau udah jadi istri saya, jadi mendingan udahlah kamu kerja di perusahaan saya aja ya? Biar saya bisa mantau kamu, lagi pula kamu mau nabung buat punya rumah sendiri, kan?"
"Loh, kok Mas tahu kalau saya ingin punya sendiri?" Aku menautkan alis, seingatku aku tak pernah membahas cita-citaku pada siapa pun.
Jujur, aku memang berniat membeli rumah sendiri agar bisa terbebas dari Mamak dan Teh Tari tapi setelah tahu Mamak sakit rasanya gak tega. Mungkin jika pun harus bekerja alasannya bukan karena rumah tapi aku harus membiayai pengobatan Mamak.