Jodohku Muridku Sendiri
Dio membungkuk, mencoba mengatur napasnya.
“Gila, hampir aja tadi,” katanya sambil tertawa kecil.
Devan hanya diam, menatap langit malam yang gelap. Jakarta masih ramai, tetapi di dalam dirinya, hanya ada sunyi.
Dan untuk pertama kalinya, ia tidak ingin pulang.
Dini Hari, Sebuah Kafe 24 Jam
Devan duduk di sudut kafe, sebuah jaket hitam menutupi seragamnya yang berantakan. Kopi hitam di depannya sudah mulai dingin, tetapi ia belum menyentuhnya.