Sentuhan Pria Dewasa
Ia berhenti sejenak, menekan jemarinya ke meja, berusaha menenangkan napas.
Ia tahu, jika ia bereaksi, ia kalah. Jika ia menangis, mereka menang. Jika ia marah, semua akan bilang ia tidak profesional.
Maka ia memilih diam.
Namun diam pun punya batas.
Menjelang sore, satu kalimat akhirnya menembus pertahanannya.
“Kasihan sih sebenarnya,” kata seseorang dengan nada seolah simpati, “kalau nanti ditinggal, kariernya ikut goyah.”