Tetanggaku Luar Biasa
Walaupun cuma ciuman, tetap saja aku tak mau.
Bukannya marah, Pak Rudi malah tertawa kecil. "Habisnya kamu bibir manyun gitu. Bikin saya pengen gigit tahu!"
"Ish, nggak lucu."
"Iya, maaf. Saya juga cuma bercanda, kok." Pak Rudi mengusap kepalaku, membuat hati berdesir tak karuan. Aliran darahku seolah terhenti, saat kedua ibu jari Pak Rudi berpindah mengusap pipiku. Untuk beberapa saat, kami terdiam. Aku yang sudah lama tidak menerima perlakuan lembut dari pria, diam saja menikmati usapan Pak Rudi.