Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
CINTA DIBALIK CADAR

CINTA DIBALIK CADAR

Dia menyerah juga. "Apaan? Itu pintu gerbang sekolah udah ada di depan mata! Telat ngomongnya! Huhh!" gerutu Katrina sebal. Mereka kembali berjalan lagi. Reyhan kembali tertawa. "Emang sengaja!"
9.723.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 877 kali sebagai kata-kata melangkah ke depan
Baca
+Pustaka
Magang Di Pelukan CEO

Magang Di Pelukan CEO

“Apa?” Kai memiringkan kepala. “Kamu harus mulai belajar jalan sambil lihat ke depan, bukan terus-menerus lihat kaki sendiri. Soalnya, bisa aja ada hal bagus di depan yang kelewat kamu lihat.” Suasana meja makan mendadak lebih hangat.
1040.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai kata-kata melangkah ke depan
Baca
+Pustaka
Rahasia Sang Kuda Hitam

Rahasia Sang Kuda Hitam

Dan di titik itu tanpa kata tanpa peringatan ia memilih untuk melangkah lebih dalam.
543 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai kata-kata melangkah ke depan
Baca
+Pustaka
Pekik Ketakutan

Pekik Ketakutan

Setan Kebaya Merah? Si Janggut maju lagi. Tapi baru dua langkah kakinya sudah terkunci. Tapi kali ini ia kibaskan tubuhnya, dan kuncian itu terlepas. “Ctas!” Ia maju selangkah, lagi-lagi terkunci, ia hentak lagi, lepas lagi. “Ctas!” Ia melangkah selangkah demi selangkah. “Ctas! Ctas!” Semakin lama kuncian itu tak berart lagi, dan ia bisa berlari tanpa terhalang.
106.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai kata-kata melangkah ke depan
Baca
+Pustaka
Rahim Terakhir di Sektor 7

Rahim Terakhir di Sektor 7

"Satu lagi, jangan kebiasaanmu itu dibawa." "Kebiasaan apa?" "Setiap orang ngomong, kamu langsung mikir lima langkah ke depan. Sesekali dengarkan sampai habis dulu." Dante mengangguk mantap, mencatat pesan itu dalam pikirannya. "Baik." Barkie menunjuk Dante dengan ekspresi puas, senyumnya kini tampak lebih tulus. "Nah, itu. Barusan jawabanmu bagus."
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai kata-kata melangkah ke depan
Baca
+Pustaka
MENIKAHI DOSEN TAMPAN MENYEBALKAN

MENIKAHI DOSEN TAMPAN MENYEBALKAN

ucap orang itu memanggil temannya yang berjalan cepat di depannya. “Kurasa ini terlalu berlebihan nggak? Mending kita langsung masuk ke rumahnya secara baik-baik daripada ngendap-endap gini.” Orang yang berjalan paling depan menghentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang. “Itu memang bagus, tapi aku suka ide ini, lebih menantang dan menegangkan tau,” “Ntar lo tanggung jawab ya kalau bokap sama nyokap gue sampai tau kalau gue ngutit rumah orang.”
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai kata-kata melangkah ke depan
Baca
+Pustaka
Istri Buat Om Duda

Istri Buat Om Duda

Selangkah demi selangkah. (◕‿◕)
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai kata-kata melangkah ke depan
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

"Kalau tak dipaksa tak akan bicara! Biar kubeset saja mulutnya. Siapa tahu semakin lebar semakin mudah dipakai untuk bicara!" Neraka Berjalan melangkah tiga tindak, lalu berhenti dalam jarak empat langkah dari Teratai Kipas. Wanita muda itu diam saja, tapi dalam keadaan siap diserang dan siap menyerang pula. Kipasnya hanya dipakai untuk mengipas-ngipas bagian dadanya yang sekal itu. "Kau mau bicara tentang pusaka itu atau mau kubeset dulu di bagian mulut!"
1030.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai kata-kata melangkah ke depan
Baca
+Pustaka
Suamimu Masih Mencintaiku

Suamimu Masih Mencintaiku

Dan hanya satu kata yang berdentum di benakku, kuat, nyaring, seperti genderang perang: Lari. Kadang, jalan terbaik bukan menghadapi… tapi melarikan diri sebelum semuanya terlambat. “Aku harus pergi… sebelum semuanya terlambat.” Bersambung…
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai kata-kata melangkah ke depan
Baca
+Pustaka
Dia Ibumu Bukan Pembantumu

Dia Ibumu Bukan Pembantumu

Dan tidak terasa perjalanan menuju pencarian pun di mulai. "Pertama, terbang seperti kandilat dan menusuk seperti bimer. Seperti dalam debat, kau harus mematahkan kata-kata lawan dengan observasimu. Kedua, menuju tak terbatas dan melampauinya. Jangan jadikan orang lain sebagai penghalang, mereka hanya batu, dan jamu harus melihatnya agar tak tersandung. Paham, kan maksudku?" Aku pun mengangguk mengiyakannya. Kemudian, aku berterima kasih karena dia memberikanku nasihat yang luar biasa.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai kata-kata melangkah ke depan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status