Selubung Memori
kataku.
“Bakal beda cerita kalau aku di sini juga.” Lavi tertawa. “Kau tahu, kadang aku begitu takjub dengan mimpiku. Kau ingat aku sering bermimpi tentangmu saat aku saja belum mengenalmu? Saat itu aku masih cewek pendiam yang suka depresi dan terkurung di gerhaku sendiri. Aku suka gerhaku, tapi kadang juga terasa seperti penjara. Saat pertama bermimpi tentangmu, aku berharap kau sungguhan ada. Saat kedua kali, aku berharap bisa menyeretmu keluar dari mimpi. Saat ketiga kali, aku begitu sedih karena tidurku sangat indah, tapi saat aku bangun, semua cuma neraka. Saat keempat kali, kuharap aku takkan pernah terbangun lagi hanya agar aku bisa tinggal di mimpi itu. Lalu sekarang, tiba-tiba aku
Hot Chapters