Tak Sengaja Kutalak Istriku
Meminta sang putra kembali bangkit melalui usapan kasih.
"Kamu tidak akan hancur ... tidak akan, Nak. Asal tetap berpasrah tanpa memasakkan apa yang menjadi kehendakmu. Lakukan semua sesuai dengan ketentuannya, jalani dengan lapang dada,"
Argh! Cinta ini menyakitkan juga mematikan. Penolakan ini menghancurkan sekaligus memusnahkan. Semua saran Ibu telah kulakan sabar, ikhlas, pasrah juga lapang dada. Namun apa yang kuterima? Bahkan, sangat jelas Amalia menceritakan akan betapa hati itu telah menemukan penggantinya