Ketika Istriku Minta Talak
“Karena aku tidak meminta izin dahulu. Maaf, aku begitu bahagia, saat kau menjawab dengan kata ‘Mas’ bukan kata iya. Entah, sensasinya terasa kebih bermakna. Seolah kata itu bukan hanya ungkapan setuju, tetap lebih dari kepasrahan. Kau memasrahkan diri padaku, maaf jika aku berlebihan.”
Aku tak menjawab. Semua yang dikatakannya benar adanya. Aku telah memasrahkan diri seutuhnya, rasa yang menghentak ini, hasrat yang menyiksa ini, ku tak paham apa. Namun, kuyakin ini adalah karena cinta, bukan napsu semata.