Mawar Merah Di Ujung Penyesalan
Dia mengucapkan kata demi kata dengan jelas dan lambat, seperti pisau tumpul yang mengiris daging, "Luka itu sudah telanjur dibuat. Penghinaan waktu kamu buang aku seperti sampah, rasa sakit yang luar biasa saat pergelangan tanganku dipatahkan di penjara, keputusasaan saat aku terjun ke danau dingin buat cari peninggalan ibuku ... semua ini nggak bisa dihapus hanya dengan satu kata 'salah' yang ringan dari kamu, atau dengan semua bukti-bukti ini."
Pandangannya jatuh pada kantong kertas mewah di tangan Kevin, lalu dia mendengus sinis. "Masih ingat kalau aku suka makan hidangan penutup dari toko ini? Benar-benar merepotkan Pak Kevin saja, sampai susah payah mengirimnya lewat jalur udara dari j