CEO Brondong itu Kekasihku
“Yak. Jodoh itu seperti kita naik bis. Kalau ada yang lewat dan sepertinya kita sejalan, ya, naik saja. Tapi, kalau ternyata sopirnya ugal-ugalan, lebih baik turun. Daripada kecelakaan dan benjut?”
Ucapan yang masuk akal. Apa aku bisa bersikap seperti itu saja, ya?
“Memang Mbak Leni kenapa putus dengan sebelumnya? Setahuku orangnya keren.”
Dia tertawa. Sambil berjalan keluar gedung, dia bercerita. Bagaimana pacarnya itu yang sebelumnya melimpahkan kebaikan.
“Tapi ya gitu, Yak. Masak dia minta yang itu-itu. Memang aku janda. Tapi kalau belum sah, ya maaf saja. Langsung the end,” ucapnya sambil memperagaan memotong leher.
Bab Populer