Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan
Jemmy memotong dengan nada tenang, namun nada suaranya mengandung sindiran tajam.
Wajah Kirana menegang. “Berani sekali kau bicara begitu padaku!”
“Saya hanya mengingatkan fakta,” jawab Jemmy santai. “Dan kalau Anda merasa tersindir, mungkin karena kata-kata saya benar.”
Suasana di lobby kantor itu menegang. Beberapa staf yang lewat berpura-pura sibuk, tapi diam-diam mereka menatap dari jauh. Kirana meremas tas tangannya keras-keras, menahan amarah.