Hajatan Tetangga
ajakku lagi.
"Ya, kita memang liburan, tapi di rumah saja," jawab suami.
"Papah ini kayaknya gak bakal lulus ujian ini," kataku seraya melirik layar HP-nya.
"Ujian apaan sih, Mah?" tanya suami seraya melihatku sekilas, hanya sekilas, kemudian asyik lagi dengan android-nya.
"Papah yang bilang, hidup itu ujian, kita sudah diuji dengan kemiskinan selama lima belas tahun kita lulus, tapi diuji dengan kekayaan Papah tak lulus." terangku kemudian.