Jatah Malam Untuk Mertua
Bu Mela mengangguk, senyumnya semakin lebar, ada kilau aneh di matanya yang tak terbaca oleh Dinda.
“Iya. Mama udah nggak sabar kalian cepet-cepet nikah, biar Leo resmi jadi bagian keluarga ini… sepenuhnya,” ucapnya lembut, tapi nada kata “sepenuhnya” terdengar sedikit lebih berat, lebih dalam.
Dinda cuma terkikik sambil colek telur. “Mama kok jadi ngebet banget, sih?”
Bu Mela tertawa kecil, tangannya mengelus rambut anaknya.