Pembantu Rasa Nyonya
“Kak Amel… Pernah Mama marah sama anak mama yang berkata jujur? Tidak, kan? Mama hanya tidak suka kalau anak mama berkata bohong, atau menyembunyikan sesuatu yang harusnya bisa dibicarakan bersama. Karena kita adalah keluarga.”
“Tapi, Ma. Amel takut menyakiti hati Mama.”
Wajah Amel mendongak ke arahku, matanya terlihat berkaca-kaca. Aku semakin penasaran, apa yang dia sembunyikan?
“Ingat kata Mama, keluarga itu harus saling membantu, mendukung, dan menyayangi. Papi, Mama, Kak Wisnu, Kak Amel, dan kedua adek itu keluarga yang harus saling melindungi. Karenanya, ada masalah seberat apapun, kalau dipikirkan bersama pasti terasa ringan. Iya, kan?”