Tukang Pijat Tampan
Ia menatap lantai, tidak berani menatap mata Adit.
"Aku... udah lama resign dari tempat kerja kita dulu, Dit," katanya dengan suara yang sangat pelan. "Aku... pada akhirnya menyerah."
Adit mengerutkan kening, tidak sepenuhnya paham. "Menyerah kenapa?"
Ayunda menggigit bibir bawahnya, terlihat sangat berat untuk melanjutkan. Tapi akhirnya, dengan suara yang gemetar, ia berkata.