Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Renggali

Renggali

Mata yang saling memandang, dengan senyum dia berbisik di telinga Riska. Memang cinta itu bagaikan pedang bermata dua. Bisa membuat bahagia, dan juga sebaliknya. Seperti roda yang berputar! terkadang melayang tinggi, dan juga bisa terjun jatuh dengan berbagai ranjau di bawahnya. Saking miripnya dengan pohon sakura yang hanya ada di jepang? Orang-orang setempat juga menyebut pohon ini adalah pohon sakura Gayo. Namun? Itu hanya sebuah julukan saja.
102.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 112 Beses bilang kata rayuan gombal
Read
+Library
Kesombonganmu Kubayar Tunai

Kesombonganmu Kubayar Tunai

tukas Rafif sambil melirikku sekilas. "Deh, mulai tuh ngegombal. Simpen aja rayuan itu buat istri, lo, nanti, jangan buat gue." "Lo, kenapa enggak? Siapa tau, lo yang nanti bakal jadi istri gue. Jodoh, kan, ga ada yang tau," ujarnya lagi sambil mengedipkan sebelah mata. Jawaban Rafif tadi sukses membuat jantungku berdetak cepat. Walaupun sudah cukup sering ia melontarkan rayuan gombalnya macam tadi, tapi baru kali ini ia bicara soal istri.
1048.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.7K Beses bilang kata rayuan gombal
Read
+Library
Setelah Sepuluh Tahun

Setelah Sepuluh Tahun

Gayatri mencubit pipi Rachel gemas, menjadikan Rachel tertawa kecil. “Begitu selesai kita akan liburan Sayang, tenang saja kamu bisa menyelam sama ikan paus di sana sampai puas,” kelakar Rachel membuat ruang make up diwarnai tawa beberapa orang yang berada di sana. “Aduh manisnya mulut kamu kalau menggombal, tapi memberikan aku pekerjaan begitu banyak. Tukang gombal tahu enggak,” kekeh Gayatri geli sendiri.
1032.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.2K Beses bilang kata rayuan gombal
Read
+Library
Kelana Nirbatas

Kelana Nirbatas

Arsha, Niskala, Rhea dan Rawa sudah berkumpul sejak pukul sepuluh pagi, rasa hangat dari cahaya mentari telah menyelimuti permukaan kulit mereka nyaris di setiap inci. Empat buah tanda nama berukuran tiga puluh kali sepuluh sentimeter yang terbuat dari potongan kardus telah selesai mereka rangkai, tanda nama pertama bertuliskan Antariksha Bumisakti dan nama jurusan tanpa sedikit pun hiasan. Tanda nama kedua dihiasi gambar cangkang kerang berwarna kebiruan milik Niskala Kirani Alnair. Sebuah emotikon senyum menghiasi tanda nama ketiga milik Rhea Ananditha, sementara tanda nama terakhir yang dipenuhi gambar ikan dan terumbu karang berbagai warna di tiap sudutnya adalah milik seorang pemuda ber
9.93.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 109 Beses bilang kata rayuan gombal
Read
+Library
Pendekar Salah Zaman

Pendekar Salah Zaman

Terutama karena dia tahu Gayatri tidak mungkin mendekat tanpa alasan. Dan benar saja beberapa obrolan ringan kemudian, Gayatri mulai masuk perlahan ke topik sebenarnya. “Tuan Rangga. Kalau boleh tahu… apa anda menemukan sesuatu di Gunung Sumbing?” Rangga langsung mikir. “Hmm… Kayak anggrek?” “Bukan.” Gayatri menatap langsung ke matanya sekarang. “Barang tertentu. Yang mungkin anda anggap tidak penting... Kelat tua misalnya.”
10888 viewsKumpletoIdinagdag sa Library 19 Beses bilang kata rayuan gombal
Read
+Library
Kelana

Kelana

Gayanya yang flamboyan sekaligus misterius, pembawaan dan cara bicaranya yang matang, sorot matanya yang tajam, sense of humornya yang cerdas, pengetahuannya yang luas di bidang sastra dan seni, juga aroma aquatic itu. Lana berkali-kali mengetik dan menghapus jawabannya. Ia sebenarnya tertarik untuk mengenal lebih jauh sosok Rei, calon rekan kerjanya itu. Tapi Lana tak ingin hal itu terlalu terlihat oleh Rei. Otaknya berpikir keras, antara ingin menolak atau mengiyakan. Lagipula sebenarnya ia sangat ingin tidur saat ini. Akhirnya Lana menemukan jawaban yang tepat dan mengirimkan pesannya.
102.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 58 Beses bilang kata rayuan gombal
Read
+Library
Dosen Galakku, Suami Rahasiaku

Dosen Galakku, Suami Rahasiaku

“Aku mau bawain makan siang buat Kak Gava.” Pak Rayyan langsung melirik paper bag yang dibawa Kayla. “Bakal kesenengan anak itu dibawain makan siang.” Kayla terkekeh malu. “Mas Gava lagi ngurung diri di ruangannya,” lanjut Pak Rayyan sambil berjalan mendekat. “Katanya nanti malam mau berangkat ke Palembang jadi kerjaannya numpuk.” “Iya, Om. Tadi pagi udah cerita kalau mau dinas ke luar kota.”
1063.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 1.8K Beses bilang kata rayuan gombal
Read
+Library
Koma

Koma

goda Roger. Gombalan receh Roger berhasil membuatnya terkena pukulan halus dari seorang Seilendra. Sedengankan Aya hanya bisa meringis miris dalam diam. Sedekat itu ya mereka berdua? Jadi iri. Perjumpaan mereka sampai disini, dua gadis itu kembali kerutinitas memeras keringat mereka.
102.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 102 Beses bilang kata rayuan gombal
Read
+Library
TUMBAL PENGANTIN

TUMBAL PENGANTIN

Keluh Elsa. "Kalem dong, Els! Cuma kumbang kayak lihat buaya," protes Edwin. "Mas, buang dong. Baunya gak kuat!" Pinta Intan. Lalu, dia muntah-muntah di hadapan mertua dan adik iparnya. "Wah, jangan-jangan Kak Intan lagi ngidam ya?" Tanya Elsa. "Wah, Mama mau punya cucu." "Bukan, Els! Tapi, kumbang itu. Tuh! Ada belatungnya," sahut Intan sambil menutup mulut dan hidung karena tak kuat menahan aroma busuk.
102.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 108 Beses bilang kata rayuan gombal
Read
+Library
Ghea, Izinkan Suami Sampahmu Menceraikanmu

Ghea, Izinkan Suami Sampahmu Menceraikanmu

ucap Ray datar. Ray mengulurkan tangannya yang besar. Ia melihat Ghea tersentak, bahunya menegang seolah sedang bersiap menghadapi serangan. Ray sempat bingung mengapa Ghea tampak ketakutan, tetapi ia tetap melanjutkan niatnya. Jempolnya yang kasar tetapi hangat menyentuh sudut bibir Ghea, menyapu butiran nasi itu dengan sekali gerakan lembut.
568 viewsOngoingIdinagdag sa Library 11 Beses bilang kata rayuan gombal
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status