DOSA TERINDAH
“Kata Kak Dian aku nggak boleh ngizinin kamu ketemu dia, apalagi ketemu empat mata.”
Baru kusadari ada peran Kak Dian dibalik penolakannya waktu itu, tak mengizinkanku bertemu Mas Adam.
“Kata Kak Dian aku harus ngejaga kamu dari traumamu,” ucapnya lagi.
“Apa sebenernya yang bikin kamu trauma, Sayang?” Dia masih bertanya.
Napasku terhembus berat. “Huft! Izinkan aku ketemu dia. Demi Nindya, demi Mama Indah, dan demi hatiku sendiri. Karena kata orang cara terbaik menyembuhkan trauma adalah menghadapinya.”