DIAMNYA ISTRIKU
Akhirnya Indah katakan juga apa yang sedari tadi ingin ia katakan.
"Aku hanya tersulut emosi dan tidak ada maksud, Ndah. Aku minta maaf," ucap Reyhan lagi. Penuh ketakutan. "Tolong maafkan aku."
"Maaf? Aku seolah lelah dengan kata itu. Maaf itu kami ucapkan. Kemudian kembali mengulangnya. Seterusnya selalu begitu. Kamu gak tahu kan gimana perasaan aku? Aku sakit, kecewa. Beban hati aku terlalu berat karena kamu, pada akhirnya menyisakan sebuah trauma. Iya, Reyhan! Aku terauma pada laki-laki. Itu setelah perlakuanmu! Aku juga trauma dengan masa laluku sendiri. Dan kamu tahu? Itu membuat aku merasa seperti seseorang yang penuh dengan kekurangan, dan tidak percaya lagi ucapan laki-laki, semanis