KARMA
Luka pengkhianatan yang dilakukan orang terdekat.
"Mama sudah berusaha sekuat tenaga. Namun, ternyata Mama rapuh. Ketika dalam kesendirian, memori ingatan tentang masa indah bersama, Papa. Terus menari di pikiran, Mama. Mungkin Mama bodoh, Ra. Tapi Mama pun tidak tahu kenapa tidak bisa membenci papamu! Hiksz … hiksz …." Segera aku pun menarik tubuh Mama ke pelukanku. Wahai perempuan di luar sana yang mengambil paksa milik orang lain, tahukah kalian? Seperti inilah hati wanita yang kau rampas suaminya. Hancur perasaan dan hatinya. Bahkan selain menyisakan luka yang terus membekas, juga menyisakan trauma tersendiri. Tegakah kau berbuat sedemikian?
"Ma, sudah cukup. Maafkan, Rara yang telah mer
Hot Chapters