MANTAN WITH BENEFIT
“Aku bukan kangen ngobrol, Sayang.”
Tanganku menyusup ke balik kemejanya, menyentuh kulitnya yang hangat. “Tiap malam kamu, kan, sibuk. Kita nggak pernah ….” bibirku menyentuh bahunya, “… hmm, itu.”
Dia menoleh, menyentuh pipiku sebentar. “Sayang, aku capek banget hari ini.”
Aku menahan napas. “Kamu gitu aja terus, capek ... capek ... capek.”