Bittersweet Revenge
“Aku tahu waktunya mepet, tapi coba bicarakan secepatnya dengan Sabda dan cari destinasi lain untuk bulan madu.”
“Oke, oke, thanks, Win!”
~~~~~~~~~~~~~~~
“Wow!”
Sabda terdiam sejenak, matanya terpaku pada sosok Indah yang berdiri anggun di depannya. Kebaya pengantin putih itu membalut tubuh istrinya dengan sempurna, mengikuti lekuk tubuhnya dengan begitu sempurna. Kerah berbentuk hati yang memperlihatkan sedikit bagian atas dada, memberi kesan elegan tanpa mengurangi kesopanan. Sulaman bunga-bunga kecil yang menghiasi kebaya itu berkilau lembut setiap kali terkena cahaya, menambahkan sentuhan magis pada penampilannya.
Chapitres populaires