BUKAN MENANTU KAYA
“Itu Bapakmu pengen pipis.“ Mamah berkata sambil melengos ke kamarnya. Sama sekali menghiraukan suaminya. Kuraih khimar di belakang pintu lalu mengikuti langkah Mas Hasan. Menyalakan lampu ruang tengah.
“Bapak mau pipis?“ tanya Mas Hasan lembut.
“Iya, tapi kaki Bapak tiba-tiba lemas. Nggak bisa digerakkan,“ jawab Bapak. Tanpa bertanya lagi, Mas Hasan segera menggendong Bapak. Membawanya ke kamar mandi.
“Kok bisa ya tiba-tiba nggak bisa digerakkan?“ Mas Hasan bergumam saat merebahkan lagi tubuh Bapak dengan pelan-pelan.
“Enggak tahu, San. Kata Mamahmu karma karena menyakitinya,“ jawab Bapak sambil terkekeh.
“Ah Mamah ada-ada saja,“ sahut Mas Hasan.
Mas Hasan melirikku sambil mengendikkan dagu
Capítulos em Alta