Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!
Bima menggelengkan kepala dan mendesah.
"Mawar, aku tidak takut kalian ngejek aku, tapi aku dianggap sebagai laki-laki paling nggak berguna di daerah ini. Aku bahkan sudah coba bayi tabung, tapi malah sampai ratusan juta. Aku sudah paling tahu kondisiku sendiri."
Wajah Puspita juga mendung, menghela napas berat.
"Ya, kami ditakdirkan nggak punya anak seumur hidup. Kami terima kasih atas perhatianmu, aku nggak marah. Kondisi Bima memang bermasalah. Aku sudah lama menyerah."