Terjerat Gairah Pembantu Cantik
Ia memutar tubuhnya sedikit, menatap wajah istrinya dari jarak dekat.
“Enggak, aku gak kecewa, Nilam,” ucapnya lembut. “Sedikit sedih, iya. Tapi beda sama kecewa.”
Nilam mengernyit. “Bedanya apa?”
Jean tersenyum tipis. “Sedih itu wajar. Karena kita berharap, tapi belum terkabul. Tapi kecewa… itu kalau aku nyalahin kamu atau keadaan. Dan aku gak ngerasa kayak gitu sama sekali.”