Hasrat di Depan Kemudi
Aku tidak tahu harus menjawab apa ketika ditanya seperti ini olehnya.
Aku asal menjawab, "Itu tumor di pahaku. Kamu tahan saja dan fokus mengemudi."
Setelah Liana duduk dengan stabil, aku menggenggam tangannya di setir.
Lalu, mengajarinya dengan sabar.
"Genggam setir dengan erat. Mata lurus ke depan!"
"Kaki kiri di kopling, kaki kanan di rem. Lepaskan kopling perlahan hingga sampai ke posisi setengah gigi."