AKU ADA DI BELAKANG
Qiana hendak kembali ingin naik.
"Nggak usah ikut campur urusan orang! anak SMA kaya kamu bahanya keliaran malem-malem!" Kernet itu menahan tanganya di pintu, menahan Qiana agar tidak masuk lagi.
"Jadi Abang bisa liat juga?"
"Paling dia numpang mau pulang." Qiana menggeser langkahnya kebelakang, gila memang hanya ingin membuktikan penglihatannya benar, terpintas di kepalanya untuk mengikuti orang itu sampai di mana? Kopaja kembali melaju dengan ia, laki-laki suram, duduk dekat pintu keluar. Banyaknya penumpang malam itu tidak menggemingkan duduknya. Sampai ia mendekat arah pintu, Kernet kembali mengetuk pintu tanda ada yang ingin turun. "Jo mana yang turun? Nggak ada."
Hot Chapters