Kesempatan Kedua
“Dengar, Sam. Kita sekarang adalah dua, bukan satu. Sekarang, tidak ada lagi aku dan kamu, tetapi hanya ada kita. Jadi, apapun yang terjadi nanti, entah baik atau buruk kita akan hadapi bersama. Kita berdua sudah sama-sama dewasa, bukan lagi remaja labil yang bersikap implusif. Jadi, jangan khawatir lagi ya, aku selalu percaya sama kamu.”
Samudera menggenggam tangan Agni yang ada di pipinya, lalu mencium telapak tangan Agni. “Terima kasih sudah mau percaya padaku. Aku tidak bisa janji apapun, tetapi kamu bisa percaya, kalau sekuat tenaga aku berusaha untuk tidak mengecewakan kamu!” Ucap Samudera yakin.
Agni mengangguk yakin. “Aku percaya!”