Dinodai adiknya, dinikahi kakaknya
Hujan itu tidak deras, tapi cukup untuk meninggalkan aroma tanah basah yang samar masuk melalui celah tirai.
Sadewa duduk di tepi ranjang, tubuhnya sedikit condong ke depan, kedua tangan bertumpu pada lutut. Ia masih mengenakan kaos tipis berwarna gelap, yang membalut tubuhnya dengan sederhana namun tetap menonjolkan postur tegapnya. Matanya tertuju pada sosok di hadapannya. Alika, istrinya, duduk di depan meja rias. Gerakan tangannya lembut dan teratur, menyapu kapas ke wajahnya, menghapus sisa make-up tipis yang ia kenakan sejak pagi. Gerakannya tidak tergesa, seakan menikmati setiap langkah kecil yang ia lakukan sebelum tidur.
Hot Chapters