Malam Pertama dengan Dosenku
Matanya awas, memperhatikan setiap detail gerak kaki pasiennya yang perlahan-lahan mulai menunjukkan kemajuan.
Kaivan menggigit bibir bawah. Ia tahu tidak boleh memaksakan beban ke lutut kirinya terlalu berat. Tapi hari ini, ia ingin mencoba lebih banyak.
"Bagus, Pak Kaivan. Tahan, dua detik, ya. Sekarang turun, perlahan,” kata Bagas sambil mencatat sesuatu di ponselnya.
Kaivan menuruni tangga kecil itu pelan-pelan, kemudian duduk di kursi rotan yang sudah disiapkan di sudut teras samping rumah mereka.
Bab Populer