Dia Gampang Dibujuk
Arthur memberiku tak terhitung banyaknya perhiasan mahal, tetapi tetap tidak pernah mengerti apa yang benar-benar kupedulikan.
Aku menatap kalung itu dengan diam, tanpa berkata apa pun.
Di mata Arthur, perlahan muncul rasa tidak sabar, tetapi nada suaranya sengaja diperlunak, seolah-olah sedang membujuk anak kecil yang sedang merajuk.
"Jangan ngambek lagi, Sayang."