Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SANG PENGGODA

SANG PENGGODA

Hingga membuat Yura begitu penasaran dan mendatangi langsung, apa sebenarnya yang sedang dilakukan Reyhan di dalam sana. "Aku sedang memutar murottal Quran untuk membantuku memperbaiki ilmu tajwidku. Maaf kalau kamu merasa terganggu, nanti biar aku kecilkan volumenya," Itulah kalimat jawaban dari mulut laki-laki bernama Reyhan itu. Baik Reyhan maupun Katrina sungguh kompak dalam hal agama. Apa mungkin karena alasan itu, Reyhan menjelma menjadi sosok laki-laki setia yang sulit untuk ditaklukan?
1019.1K viewsCompletedAdded to Library 705 Times as pantun santri
Read
+Library
JERITAN HATI SANG KUNTILANAK

JERITAN HATI SANG KUNTILANAK

Sembari meraut rambut panjangnya, Kuntilanak itu tertawa terkikik-kikik. Apa yang Rara sampaikan tentu saja sulit dipercaya. Sejak kapan ada mahkluk halus itu buang air besar? Aneh-aneh saja kelakuan Kuntilanak satu ini. "Kamu bohong, ya? Sejak kapan setan buang air besar dan makan jambu air? Jangan bodohi aku, deh! Aku ini smart people! Lulusan Universitas Terkemuka Di Azkaban!"
9.93.3K viewsCompletedAdded to Library 89 Times as pantun santri
Read
+Library
Wanita Penjaja Cinta

Wanita Penjaja Cinta

"Iya, lah. Beruntung banget laki-laki itu. Lihat ini! Kulit Neng Mey halus dan mulus." Pujian-pujian yang dilontarkan para santri itu tak membuatku melayang, karena aku sadar diri ini tak pantas mendapat pujian setinggi itu. "Adifa! Sarah! Ayo rapatkan saf! Jangan ngobrol terus kalian!" Suara lantang Mbah Putri sukses membubarkan kerumunan para gadis yang sibuk memuji ku. * * * * * * * * * * *
107.0K viewsCompletedAdded to Library 146 Times as pantun santri
Read
+Library
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Sayang sekali sinar merah itu dapat dirasakan kehadirannya oleh tokoh tua berilmu tinggi itu, sehingga Resi Pakar Pantun cepat balikkan badan dan lepaskan pukulan bersinar hijau. Clapp...! Duarrr...! Ledakan itulah yang didengar Baraka tadi”O. rupanya kau yang menyerangku. Anak manis” kata Resi Pakar Pantun saat berhadapan dengan Raja Tato. ia melanjutkan dengan syair pantun'nya. "Anak sapi bercinta dengan kera. “Selesai bercinta bayar uang sewa. Kalau memang belum puas cedera, boleh jadi kau akan kehilangan nyawa."
1031.0K viewsOngoingAdded to Library 713 Times as pantun santri
Read
+Library
Dua Pilar Cinta

Dua Pilar Cinta

Kumpulan remaja itu bak disuguhi hiburan dadakan. "Jangan buat onar di pesantren!" ucap santri laki-laki itu tegas sembari memblokade jalan. "Gue gak buat onar," elak gadis bertopeng itu sambil memukul rebananya lagi. "Gue cuma ngasih hiburan sama pesantren ini. Soalnya pesantren ini sepi kayak kuburan." "Suara lu gak enak," sahut santri laki-laki berkoko putih itu.
107.9K viewsCompletedAdded to Library 182 Times as pantun santri
Show Reviews (11)
Read
+Library
Eneng Susanti
langsung jatuh cinta akutuh pas baca blurb-nya. Apalagi isinya ... duh. Keren pisan ini mah. Sukaaaa ... suka sama papanya Rania, duh. Gokil banget tuh bapak-bapak. Pantesan anaknya kayak si Rania ... Semangat, thor. Salam dari Khair dan Khaira
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Love of My Life

Love of My Life

gerutu Pandan sebel. "Bejalan hendak menepi. Supayo idak tepijak kanti. Becakap piaro lidah. Supayo kanti idak meludah." Pandan terdiam. Soalnya ia sama sekali tidak tahu apa arti kata-kata si Mahater ini. Dia yang dari lahir dan besar di ibukota seperti ini, manalah ia mengerti bahasa daerah Jambi. Lain kalau tadi ibunya yang diberi jawaban berpantun seperti ini. Pasti bisa langsung dibales dengan sama merdunya oleh ibunya. Lah dia ini kan tahu pantun cuma dari acaranya almarhum Olga dan Kang Opick doang. Paling pantun yang melekat di kepalanya itu adalah kata-kata; masak aer biar mateng. Dan dijawab audiens dengan kata; cakeppp. Dah itu aja.
9.921.7K viewsCompletedAdded to Library 845 Times as pantun santri
Read
+Library
Kutukan Sang Putri Pesantren

Kutukan Sang Putri Pesantren

“Kebaikan? Kebaikan apanya? Papa mau masukin aku ke sini supaya nggak ada beban lagi di rumah, kan? Supaya nggak ada lagi anak gadis yang kerjanya cuma bisa rebahan aja. Iya? Papa emang udah gila!” Ucapan sang gadis tentu saja membuat beberapa santriwati yang menonton beristigfar. Keributan kecil itu semakin menarik atensi, hingga seorang pria paruh baya yang mengenakan gamis putih dan serban mendekat. Terlihat beberapa santriwati memberi jalan untuk pria paruh baya yang sepertinya merupakan pemilik pesantren ini. “Assalamu’alaikum,” ucapnya dengan suara pelan. Baik Clara maupun kedua orangtuanya terdiam sejenak.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 23 Times as pantun santri
Read
+Library
Hotel Bekas Pembunuhan

Hotel Bekas Pembunuhan

Mungkin Dian Rara kelelahan setelah semalaman suntuk menari tanpa henti. Seperti biasa setelah berjemaah ashar, para santri pondok pesantren Al Barokah berbondong-bondong pergi ke surau untuk ngaji kitab kuning. Kiai Muntaqo (pimpinan pondok pesantren) menabuh kentungan sebanyak tiga kali petanda kalau pengajian segera dimulai. Dia lalu jalan dengan santai menuju surau sambil menenteng kitab kuning. Di dalam surau itu tampak santri putra dan putri sudah berkumpul.
8.314.2K viewsCompletedAdded to Library 467 Times as pantun santri
Read
+Library
Pantaskah Surga Untuknya?

Pantaskah Surga Untuknya?

Tangannya masih lemah, tapi kalimat itu mengalir pelan, tinta tergores dalam kertas menyulam beberapa kata. "Aku tak pantas mendapatkan surga. Akan tetapi, aku akan menutup setiap luka ini... agar kelak aku bisa berdiri di gerbang surga, bukan sebagai lelaki yang disambut, tapi lelaki yang akhirnya layak mengetuk."
10820 viewsOngoingAdded to Library 32 Times as pantun santri
Read
+Library
Cinta Panas Sang Penyamar

Cinta Panas Sang Penyamar

tanya Sisi tanpa menengok pada Daffi. “Kami sedang melihat santri sedang mengusir burung. “ "burung siapa?"
1.3K viewsOngoingAdded to Library 29 Times as pantun santri
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status