SANTET
"Dia bertanya tentang Ita, tentang perutnya, dan tentang banyak hal. Kami tak mampu menghadapi Nining. Kami butuh bantuanmu."
"Aku akan menemuinya. Pak Ustad, saya tinggal sebentar," pamit Galih. Gegas ia dan Danang pergi ke kamar Nining.
"Gal, Budemu sedang menangis di sana. Aku akan menemuinya, kamu ke kamar Nining sendiri," ucap Danang begitu mereka sampai di depan pintu kamar inap Nining.
"Nggih, De."
Hot Chapters