Kekasih Sang CEO
Dia bisa melihat bahwa perempuan dihadapannya adalah wanita cantik yang bisa mengundang para hidung belang seperti bunga mengundang lebah, apalagi di situasinya yang terlalu rapuh saat ini.
“Kamu... Mengkhawatirkanku?” Hadasa, yang akal sehatnya sudah menipis, tersenyum lembut. Dengan mata yang tidak fokus ia menatap laki-laki itu, “Ah, kamu sangat baik, kekasihku sendiri mengkhianatiku di belakang, sementara orang asing peduli padaku...” Lalu ia tertawa kecil, suaranya tersendat-sendat.
Lelaki dihadapannya tersenyum sinis, “Sangat typical. Seorang wanita mabuk karena patah hati.” Nada sinis itu tidak mengurangi ketampanan dan karisma yang terpancar dari dirinya.
Bab Populer